PERINTAH MENCARI ILMU

Perintah mencari ilmu itu wajib yang dijelaskan dalam surat Q.S AL `ALAQ/96:1-5 yang artinya sebagai brikut :
 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
 2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya

Di dalam Islam, menuntu ilmu merupakan perintah sekaligus kewajiban. Manusia diperintahkan untuk menuntut ilmu, karena dengan ilmu pengetahuan dia bisa mencapai apa yang dicita-citakan baik di dunia maupun di akhirat. Apalagi sebagai seorang muslim itu wajib hukumnya seperti dalam sebuah hadits disebutkan bahwa : 

ٍمُسْـلـمَـةِ وَ مُسْــلِـمٍ كُـلِّ عَـلىَ فَـرِ يْـضَـةٌ الْـعِـلْمِ طَــلَبُ
 
“Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam laki-laki dan perempuan”. (HR. Ibnu Abdul Barr).
Maka jelas kiranya bahwa menuntut ilmu pengetahuan memang diwajibkan. Dengan ilmu kita bisa meraih dunia, dengan ilmu kita dapat meraih akhirat dan dengan ilmu pula kita bisa meraih kedua-duanya.
Rasulullah Saw sendiri pernah menegaskan bahwa menuntut ilmu itu dimulai sejak dari kecil hingga seseorang meninggal dunia. Jadi tak ada kata terlambat untuk memulainya, namun penekanannya tetap diutamakan semenjak kecil dan beliau juga pernah bersabda :
اطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ
“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina…..”. (HR. Ibnu Abdul barr).
Ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tetap harus dicari meskipun jaraknya sangat jauh dari tempat kita berada, sebab hal itu merupakan suatu kewajiban bagi orang Islam. Kalau kita bandingkan pada jaman Rasulullah, negeri Cina waktu itu sangat jauh tempatnya dari tanah Arab dan untuk sampai ke sana memerlukan waktu berhari-hari lamanya sedangkan kendaraan yang ada hanyalah onta.
Meski banyak yang mengatakan bahwa hadits ini lemah sanadnya namun melihat perkembangan negeri Cina yang pesat di berbagai bidang pada masa sekarang tentu kita tak dapat menutup mata. Kaum muslim di negeri itu pun juga sudah semakin banyak jumlahnya.
Tak ada tempat yang jauh, arena dengan ilmunya, dengan pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya manusia mampu membikin kendaraan. Jarak yang tadinya jauh menjadi dekat dan bisa ditempuh sampai ke tempat yang dituju hanya dalam waktu singkat. Tentu saja itu juga tak lepas dari karunia dari Allah Swt yang telah menganugerahkan kepada kita berupa akal dan pikiran.
Seberapapun tingginya ilmu dan pengetahuan manusia, hanyalah merupakan sebagian kecil saja dari ilmu Allah. Namun kesempatan untuk memperoleh sebagian-sebagian dari ilmu Allah yang lain tetaplah ada selama manusia mempunyai kemauan, kemampuan dan usaha.
Dalam mencari ilmu pengetahuan, hendaklah yang dapat memberikan manfaat bagi kebaikan di dunia dan di akhirat baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Karena itulah Nabi Muhammad Saw minta perlindungan kepada Allah sebagaimana sabda beliau :
“Aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat”.
Mengingat pentingnya hal ini, Allah menjamin setiap orang yang mencari ilmu berupa rizki sesuai sabda rasulullah :
“Orang mencari ilmu, Allah menjamin rizkinya”.
Selagi ada kesempatan untuk mencari ilmu dan sebelum Allah mencabut atau mengangkat ilmu dari manusia, maka carilah ilmu sebanyak-banyaknya untuk kita manfaatkan serta kita amalkan di jalanNya. Sebab ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amal jariyah yang tak akan terputus.
Apabila ilmu sudah dicabut (diangkat) oleh Allah maka itu merupakan salah satu isyarat atau tanda-tanda datangnya hari kiamat. Perhatikan petikan hadits Muslim berikut ini.
“Dari tanda-tanda kiamat yaitu: ilmu akan diangkat (dicabut) kebodohan (akan keimanan) akan muncul…….”. (HR. Muslim).


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar